danmogot.com Toko online murah terbaik di Indonesia

Senin, 23 Juni 2014

Siaran Piala Dunia Pecahkan Rekor Jumlah Penonton

Logo Piala Dunia 2014 Brasil.

Siaran laga Piala Dunia Brasil memecahkan rekor di berbagai negara sebagai acara yang paling banyak ditonton sepanjang tahun 2014. Hal ini menunjukkan betapa populernya Piala Dunia. Buat pemegang merek, ajang ini menyimpan potensi besar untuk memasarkan produk mereka.
Berdasarkan data FIFA, laga pembuka antara Brasil dan Kroasia, termasuk upacara pembukaan Piala Dunia 2014, ditonton 42,9 juta orang di Brasil melalui TV Globo. Tayangan yang sama disaksikan 1,5 juta orang di Kroasia, jumlah penonton televisi paling besar sepanjang tahun 2014.
Angka tertinggi kedua tercatat ketika Jepang berhadapan dengan Pantai Gading. Sebanyak 34,1 juta orang di Jepang menonton laga itu melalui stasiun televisi NHK. Setelah itu, di Jerman, sebanyak 26,4 juta orang menyaksikan laga Jerman melawan Portugal melalui stasiun televisi ARD. Angka tersebut merupakan yang terbesar selama tahun 2014. Fenomena serupa terjadi di negara-negara lain, seperti Inggris, Italia, Belgia, Aljazair, Cile, Perancis, Honduras, dan Australia.
Laga Spanyol melawan Belanda bahkan memecahkan rekor tayangan paling banyak jumlah penontonnya sejak 2012, yaitu 7,2 juta orang. Di Korea Selatan, jumlah penonton televisi meningkat 60 persen ketika Korea bertanding lawan Rusia.
Selama penyelenggaraan Piala Dunia 2014, FIFA bekerja sama dengan 160 media pemegang lisensi di seluruh dunia untuk menyiarkan pertandingan Piala Dunia. Secara total, ada lebih dari 700 izin siar yang dikeluarkan untuk televisi, telepon seluler, internet, dan radio. Sebanyak 150 juta dollar AS (sekitar Rp 1,8 triliun) telah dihabiskan untuk produksi tayangan.
Menurut Direktur FIFA TV Niclas Ericson, rekor ini memperlihatkan betapa populernya sepak bola dan Piala Dunia di seluruh penjuru dunia. ”Kami juga melihat semakin tingginya ketertarikan masyarakat terhadap sepak bola, misalnya di Amerika Serikat dan Australia.”
Produksi tayangan FIFA untuk semua pertandingan Piala Dunia, menurut Ericson, telah membuat pesta sepak bola tersebar di seluruh dunia dan dapat diakses para pencinta sepak bola. Hal ini memegang peranan penting dalam mendukung misi utama FIFA untuk mengembangkan sepak bola di mana saja dan bagi semua.
Potensi pasar
Di AS, yang penduduknya dikenal tidak begitu menyukai sepak bola, ternyata menunjukkan fenomena berbeda pada pertandingan AS melawan Ghana. LamanInternational Business Times mencatat, tayangan Piala Dunia 2014 memecahkan rekor tontonan paling tinggi di kanal ESPN dan ESPN2, yaitu sebanyak 15,9 juta orang.
Selain itu, kemenangan AS atas Ghana dengan skor 2-1 pada 15 Juni lalu memberi andil pada meningkatnya penjualan jersey dan perlengkapan kostum tim AS hingga 300 persen.
Di luar itu, banyak pemegang merek yang juga meraup keuntungan dari tingginya respons masyarakat AS terhadap Piala Dunia kali ini.
Sepak bola secara bertahap mulai mendapat tempat di AS sejak adanya Liga Utama pada 1996. Penonton sepak bola di televisi meningkat 19 persen pada 2006 dan 2010. Di AS, sepak bola sangat populer di tingkat anak-anak, tetapi hanya 2 persen warga AS yang menyatakan suka dengan sepak bola. Meski demikian, Piala Dunia memiliki ketertarikan sendiri.
”Ingat bahwa ini bukan hanya soal menang atau kalah, ini lebih besar dari itu. Ada ratusan juta orang yang merespons secara emosional acara ini. Ini lebih berharga dari kegembiraan. Ini adalah peristiwa sejarah, dan ini sebuah peluang,” kata salah satu pendiri perusahaan Frie and Co, Timothy Frie.
Hal senada diungkapkan David Jhonson, CEO Strategic Vision, perusahaan Public Relations Atlanta. Antusiasme orang menyambut Piala Dunia menjadi sasaran yang sangat potensial bagi pemasar dan pengiklan.
Presiden dan CEO Sprouse Marketing Group di Chicago Mike Sprouse mengatakan, Piala Dunia merupakan momen yang hanya sekejap dan terjadi setiap empat tahun sekali sehingga harus benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Bodoh", Alex Song Dihukum FIFA

Alex Song dikartu merah wasit saat lawan Kroasia

Gelandang Kamerun Alex Song harus puas menyaksikan rekannya bermain melawan Brasil dari bangku penonton, pada laga terakhir Grup A, Piala Dunia 2014, Selasa (24/6/2014).

Alex Song menjalani hukuman larangan bertanding, akibat kartu merah yang diterimanya saat bermain melawan Meksiko. 

FIFA memberikan hukuman tiga kali larangan bertanding akibat aksi bodohnya menyikut striker Kroasia, Mario Mandzukic, 19 Juni lalu.

Gelandang milik Barcelona itu diusir wasit asal Portugal Pedro Proenca, setelah diketahui menyikut dari belakang Mandzukic, lima menit sebelum turun minum. 

Hilangnya Song membuat Kamerun bermain dengan 10 orang dalam waktu 50 menit dan akhirnya kalah 0-4 serta harus tersingkir dari Piala Dunia.

Song sendiri sudah meminta maaf terkait aksinya itu kepada Mandzukic. "Sangat sedih telah mengecewakan negara dan diri sendiri. Itu adalah tindakan  bodoh dan saya benar-benar menyesal. Mohon maafkan saya,” ujarnya seperti disitat Goal.

Portugal Percaya AS-Jerman Tak Akan Main Mata

Pelatih Portugal, Paulo Bento, dalam sesi latihan, di Arena Amazonia, Manaus, 21 Juni 2014.

Pelatih tim nasional Portugal, Paolo Bento, mengaku yakin, Amerika Serikat dan Jerman akan sama-sama bermain untuk meraih kemenangan, saat bertemu pada laga terakhir Grup G, di Arena Pernambuco, Recife, 26 Juni 2014. Dengan begitu, menurut Bento, Portugal bisa sepenuhnya fokus menghadapi laga melawan Ghana, di Estadio Nacional, Brasilia, 26 Juni 2014.

Dengan satu laga tersisa, semua tim di Grup G masih mungkin tersingkir atau lolos ke 16 besar. Jerman menguasai klasemen dengan nilai empat, atau hanya unggul selisih gol dari Amerika Serikat di tempat kedua. Adapun Ghana ada di tempat ketiga dengan nilai satu, atau hanya unggul selisih gol dari Portugal.

Amerika Serikat akan masuk 16 besar sebagai juara grup jika bermain imbang, sementara AS butuh kemenangan untuk menjadi juara grup. Asal laga Jerman dan AS tidak berakhir imbang, Ghana dan Portugal punya peluang masuk 16 besar, meski tidak mudah, mengingat rekor memasukkan-kemasukan mereka.

Portugal memiliki rekor memasukkan-kemasukan 2-6, Ghana 3-4, dan AS 4-3. Adapun Jerman memiliki rekor memasukkan-kemasukan 6-2.

"Sepanjang karier saya sebagai pemain dan pelatih, saya tak pernah curiga kolega saya bermain untuk meraih hasil imbang. Kewajiban kami adalah mengalahkan Ghana dan sekalipun peluang kami kecil, kami akan berusaha. Kami akan menjaga standar profesional kamis sampai akhir," ujar Bento.

Portugal berada dalam situasi sulit ini setelah bermain imbang 2-2 dengan AS, di Arena Amazonia, Manaus, Minggu (22/6/2014). Sementara gol AS dicetak Jermaine Jones (64) dan Clint Dempsey (81), gol Portugal dicetak Nani (5) dan Varela (90+5). 

Gol terakhir merupakan buah umpan Cristiano Ronaldo, yang diragukan tampil karena masalah lutut. Meski begitu, Ronaldo dinilai tidak bermain optimal.

"Ronaldo bugar. Ia bermain penuh dan tak mengalami masalah. Ini adalah momen sensitif bagi semua pemain kami. Mereka semua sedih dan ini bukan momen untuk mengkritik pemain. Kritik saya sebagai pelatih jika Anda mau. Kami punya peluang meraih kemenangan hari ini. Kami tidak meraih hasil, tetapi kami harus menatap ke depan dan berusaha mengalahkan Ghana," ujar Bento.

Australia Ingin Perpanjang Derita Spanyol

Pelatih tim nasional Australia, Ange Postecoglou, berfoto di Museum of Contemporary Art, Sydney, Australia, 14 Mei 2014.

elatih tim nasional Australia, Ange Postecoglou, berharap bisa mengalahkan Spanyol pada lanjutan laga Grup B Piala Dunia 2014 di Arena de Baixada, Senin (23/6/2014). 

Australia dan Spanyol sudah dipastikan gagal melangkah ke 16 besar setelah menelan kekalahan dua kali di Grup B. Spanyol kalah 1-5 dari Belanda dan 1-2 dari Cile, sementara Australia takluk 1-3 dari Cile dan 2-3 dari Belanda. 

"Kami ingin menang besok. Bagi saya ini bukan laga tidak penting, kami ingin menang. Besok saya akan memilih tim yang kompetitif agar kami dapat menang. Itulah yang ingin kami raih," ungkap Postecoglou.

"Tujuan kami adalah menampilkan performa terbaik, tetapi mari tidak lupa bahwa kami akan menghadapi juara bertahan di Piala Dunia," tambahnya. 

Terkait dengan penampilan buruk Spanyol, Postecoglou mengatakan, "Menurut saya semua orang berhak mempunyai pendapat mengenai Spanyol dan banyak orang berpikir bahwa Spanyol adalah favorit untuk memenangi Piala Dunia."

"Grup B sangat sulit, Cile dan Belanda bermain sangat baik. Saya telah melihat banyak laga Spanyol dan kerap memprediksi Spanyol akan menang, tetapi ketika mereka gagal mendapatkan kesempatan saat melawan Belanda dan itu mengubah mereka."

"Tetapi, ini adalah Piala Dunia. Spanyol masih menjadi juara dunia, saya sangat menghormati mereka. Mereka membuat tim dari para pemain juara di klub mereka dan Liga Champions. Saat saya mengikuti turnamen ini, saya tahu akan menghadapi tim terbaik di dunia. Kami berharap Spanyol bermain baik besok karena mereka adalah tim yang kuat," tuturnya.

Klinsmann Hadapi Situasi "Raja Midas" pada 2008

Salah satu ekspresi pelatih tim nasional Jerman, Juergen Klinsmann, pada pertandingan kedua Grup G Piala Dunia melawan Portugal, di Arena Amazonia, Manaus, 22 Juni 2014.

Pada Piala Eropa 2008, Guus Hiddink sukses "mengkhianati" negara asalnya, Belanda. Dengan Rusia sebagai "kendaraannya", Si Raja Midas mengalahkan yuniornya, Marco van Basten, dalam perebutan tiket semifinal. 

Situasi yang dialami Hiddink enam tahun lalu itu kini dihadapi pelatih tim nasional Amerika Serikat, Juergen Klinsmann, di Grup G Piala Dunia. Untuk masuk 16 besar, AS tak boleh kalah dari negara asal Klinsmann, Jerman, pada laga terakhir Grup G, di Arena Pernambucao, Recife, 26 Juni 2014. 

AS dan Jerman berada di Grup G bersama dengan Ghana dan Portugal. Semua tim sama-sama menyisaan satu pertandingan. 

AS berada di peringkat kedua dengan nilai empat, sama dengan Jerman di puncak klasemen. Jerman berada di peringkat pertama karena unggul selisih gol, yaitu 6-2 gol berbanding 4-3 gol.

Tempat ketiga dihuni Ghana dengan nilai satu dan rekor memasukkan-kemasukan 3-4 gol. Adapun tempat keempat dihuni Portugal dengan nilai satu dan rekor memasukkan-kemasukan 2-6 gol. 

Dengan begitu, AS hanya membutuhkan hasil imbang dengan Jerman untuk masuk 16 besar. Namun, Klinsmann tahu, merupakan kesalahan jika AS melawan Jerman dengan sikap dan semangat mengejar hasil imbang saja.

AS sebetulnya berpeluang menghindari situasi sulit itu pada matchday kedua Grup G melawan Portugal, di Arena Amazonia, 22 Juni 2012. Sempat tertinggal akibat gol Nani pada menit kelima, AS berbalik unggul 2-1 berkat gol Jermaine Jones (64') dan Clint Dempsey (81).

Keunggulan itu hilang ketika laga menyisakan waktu sekitar dua menit (90+3) akibat gol Varela. Ia menaklukkan Tim Howard dengan sundulan, memanfaatan umpan silang Cristiano Ronaldo, dari sektor kiri pertahanan AS.

Menurut Klismann, anak-anak didiknya sudah bermain habis-habisan untuk meraih kemenangan pada laga itu. Namun, karena hasil akhir tidak sesuai harapan, Klinsmann menyatakan bahwa anak-anak didiknya akan berusaha mengangkat diri sendiri untuk menghadapi laga pamungkas, melawan spesialis turnamen, Der Panzer.

"Jelas, gol pada menit terakhir adalah suatu ketidakberuntungan, tetapi para pemain saya luar biasa," ujar Klinsmann yang mengantarkan Jerman menjuarai Piala Dunia 1990 sebagai pemain.

"Kami hanya harus meraih poin pada laga melawan Jerman. Jelas, Jerman punya satu hari lebih banyak dari kami untuk memulihkan diri dan kami harus melakukan perjalanan lebih jauh untuk laga ini. Namun, pemain-pemain besar adalah mereka yang mendapatkan perlakukan sebagai favorit."

"Pemain-pemain saya bermain hingga mencapai batas (kemampuan), tetapi sekarang mereka harus mengangkat diri mereka dan terlepas dari hasil ini (2-2 dengan Portugal), kami akan menghadapi laga (melawan Jerman) dengan kepercayaan diri tinggi," tutur Klinsmann.

Sejarah Baru Afrika Tercipta Berkat Gawang Korsel

Gelandang Aljazair, Yacine Brahimi.

Gol gelandang Aljazair, Yacine Brahimi, ke gawang Korea Selatan tidak hanya membawa negaranya unggul 4-1 pada menit ke-62. Ternyata, gol keempat tersebut mencetak sejarah baru bagi tim dari Afrika.

Untuk kali pertama, ada sebuah negara Afrika yang mencetak empat gol dalam satu pertandingan Piala Dunia. Sebelumnya, jumlah gol terbanyak dari para wakil Afrika di Piala Dunia hanya tiga gol.

Aljazair pun menang 4-2 atas Korsel di stadion Beira-Rio, Porto Alegre, Minggu (22/6/2014). Kemenangan Aljazair ditentukan lewat gol Islam Slimani, Rafik Halliche, Abdelmoumene Djabou, dan Brahimi. Sementara dua gol Korsel dicetak Son Heung-min dan Koo J-cheol.

Wakil Afrika pertama kali mengikuti Piala Dunia 1934. Saat itu, Mesir tampil namun langsung gugur karena kalah 2-4 dari Hongaria. Dalam lima gelaran selanjutnya, tidak ada satu pun negara dari Afrika yang mengikuti Piala Dunia.

Setelah mulai konsisten mengirim wakilnya sejak Piala Dunia 1970, prestasi terbaik wakil-wakil Afrika di Piala Dunia hanya sebatas lolos sampai babak perempat final. Beberapa negara yang mampu mencatat prestasi itu antara lain Kamerun (1990), Senegal (2002), dan Ghana (2010).